Jumat, 04 September 2015

Ucapan Adalah Doa, dengan Ijin Alloh Aku Kaya Karena Ucapanku

Pagi-pagi sebentar lagi tukang servis mesin jahit akan datang. Daripada nanti bayar jasa servis tapi si tukang servise gak bisa kasih uang kembalian, maka seperti biasa jalan satu-satunya kusukai adalah dengan cara beli sesuatu diwarung terdekat sehingga uang jadi pecah.

Seorang anak kecil digendong oleh ( mungkin ) ibunya datang juga ke warung untuk beli obat generik turun panas. Saya kasih dia duit 1 lembar. BEliau berucap terima kasih. Eh kutambah lagi 1 lembar , sang ibu bilang kembali sangat berterima kasih. Pada lembaran kedua dia agak malu-malu sambil berkata, aduh kok ditambahin lagi sih , bu ngasihnya" aku bilang: Gak papa, Bu. Uang saya banyak". Dia tampak lega.

"Gak papa, bu. Uang saya banyak"
Pagi ini saya teringat kata-kata itu yg selalu saya lontarkan ketika bersedekah disaat saya miskin dulu. Ya ya ya... 2 tahun sebelum tulisan ini kubuat, aku selalu mengatakan rapalan Ajian" Gak papa, bu, uang saya banyak" Padahal sesungguhnya hidupku sangat serba miskin serba kekurangan. Bahkan sering sekali pergi hanya dengan membawa bekal Rp 0, asal motor sudah ada bensin maka itu sudah cukup bagiku. Bahkan makanun dari berhutang.

Aku pembohong ya???? Ya.... Kebohonganku untuk yang satu itu" Gak papa bu, duit saya banyak" tidaklah menjadi beban untukku. Itu kuucapkan dengan tujuan agar orang yang menerima pemberianku menjadi tidak merasa terbebani dan justru senang karena sang pemberi sodaqoh adalah orang berduit. Bayangkan jika dia tahu keadaan keuanganku yg sebenarnya.

Sekarang..........................
2 tahun setelah kebohongan itu....... Alloh benar-benar membuatku kaya raya. Ya kaya raya versi hamba Alloh yg selalu bersyukur terhadap seberapapun yang Alloh berikan padaku. Ucapan adalah doa. Aku berlindung kepada Alloh dari niatan riya yang menjerumuskan.
Note: Saat tulisan ini dibuat , pendapatan bersihku -+ 30 jt. Lama bisnis sudah jalan 20 bulan. Duit segitu sangat besar dan lebih dari cukup karena aku tinggal didesa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar